Ninapradipta's Blog

Just another WordPress.com weblog

TEORI PORTFOLIO Desember 14, 2009

Filed under: Uncategorized — ninapradipta @ 6:17 am

TEORI PORTOFOLIO UNTUK INVESTASI PADA
REKSADANA SAHAM

1.Teori Portfolio

Harry Markowitz, William Sharpe, John Lintner, Jan Mossin dan lain-lain
adalah ilmuwan yang banyak memberikan kontribusi dalam pengembangan teori
portofolio modern. Teori ini berkembang sejak diketemukan cara berinvestasi
yang efisien dan optimal sebagaimna di kemukakan Harry Markowittz pada
tahun 1952. Berkat penemuan ini, Harry Markowitz memperoleh hadiah Nobel 2 pada tahun 1990. Teori portofolio yang dikemukakan Markowitz dikenal dengan
model Markowitz, memberikan suatu cara bagaimana berinvestasi dengan
efisien dan optimal., yaitu dengan membentuk portofolio optimal. Tujuan
membentuk portofolio optimal adalah untuk memenuhi prinsip dalam berinvestasi
“Memperoleh imbal hasil (return) pada tingkat yang dikehendaki dengan resiko
yang paling minimum”. Untuk meminimumkan resiko, perlu dilakukan diversifikasi
dalam berinvestasi, yaitu membentuk portofolio atau meng-investasikan dana
tidak hanya disatu asset saja melainkan kebeberapa asset. Permasalahannya
adalah berapa besar proporsi dana harus diinvestasikan pada masing-masing
asset agar diperoleh tingkat imbal hasil yang dikehendaki dengan resiko yang
paling minimum. Harry Markowitz mengemukakan model matematik untuk
menjawab permasalahan tersebut.
Dua belas tahun kemudian teori portofolio model Markowitz lebih
dikembangkan oleh William Sharpe dalam Journal of Finance September 1964
dalam artikelnya “Capital Asset Prices : A Theory of Market Equilibrium “, John
Lintner dalam artikelnya : “ The Valuation of Risk Assets and the Selection of
Risky Investments in Stock Portfolios and Capital Budgets” dalam Review of
Economics and Statistic, Februari 1965 dan Jan Mossin dalam artikelnya “
Equilibrium in Capital Asset Market” di Econometrica, Oktober 1966. Ketiga
Ilmuwan ini memberikan kontribusi dalam pengembangan teori portofolio, yang
dikenal dengan Teori Keseimbangan Pasar Modal., bahwa jika seluruh investor
dalam berinvestasi melakukan hal yang sama sebagaimana dikemukakan oleh
Markowitz, maka asset yang diperdagangkan di pasar modal akan habis terbagi
dibeli oleh investor, dan proporsi masing-masing surat berharga yang dipegang
oleh investor akan identik dengan kapitalisasi pasar asset tersebut di pasar
modal. Kesimpulannya, portofolio yang effisien dan optimal adalah portofolio
pasar itu sendiri. Dengan demikian, investor dalam berinvestasi tidak perlu
membentuk portofolio efisien dan optimal sebagaimana dikemukakan Markowitz,
melainkan cukup membentuk portofolio yang identik dengan portofolio pasar.
Proporsi masing-masing surat berharga dalam portofolio identik dengan
kapitalisasi pasar surat berharga tersebut. Naik turunnya nilai portofolio akan
sebanding dengan naik-turunnya imbal hasil pasar, yaitu mengikuti naik-turunnya
Index Harga Saham Gabungan. Resiko investasi yang relevan pada teori
keseimbangan pasar, adalah resiko yang ditimbulkan oleh fluktuasi harga di
pasar modal, dikenal dengan “resiko sistematik”. Resiko lain yang tidak berkaitan
dengan fluktuasi harga di pasar modal akan sama dengan nol ( resiko tidak
sistematik ). Hal ini sejalan dengan diversifikasi dalam teori keseimbangan pasar
yang melibatkan seluruh surat berharga yang diperdagangkan dipasar modal.
Investor yang menerapkan teori ini dalam berinvestasi, menganut strategi pasif.

2.Implementasi Teori Portofolio untuk Membuat Reksa Dana Saham.

Dalam tulisan ini, akan diuraikan bagaimana meng-implementasikan teori
portofolio yang dikemukakan Harry Markowitz untuk berinvestasi di BEJ. Pada
kesempatan lain, akan dibahas bagaimana menerapkan teori portofolio
keseimbangan pasar yang lebih sederhana dan mudah implementasinya
dibandingkan model Markowitz.
3
Dengan teori portofolio model Markowitz, akan dibentuk portofolio efisien
dan optimal yang berisi saham-saham LQ 45 yang diperdagangkan di BEJ.
Portofolio optimal yang dibentuk, kinerjanya akan diperbandingkan dengan
kinerja dua puluh reksadana saham yang telah dipasarkan oleh perusahaan
sekuritas di Indonesia. Reksadana adalah portofolio yang berisi sekumpulan
surat berharga. Reksadana saham berarti portofolio yang berisi surat-surat
saham yang diperdagangkan di bursa saham. Proses pembentukan reksadana
atau portofolio adalah sama dengan membuat portofolio optimal, yaitu memenuhi
prinsip dasar dalam berinvestasi “Meminimalkan resiko pada tingkat imbal hasil
yang dikehendaki.” Diversifikasi atau menanamkan dana ke lebih dari satu jenis
surat berharga ( membentuk portofolio ) adalah sebagai cara untuk menurunkan
resiko. Persoalannya adalah berapa besar proporsi dana harus diinvestasikan
pada masing-masing surat berharga agar diperoleh imbal hasil seperti yang
dikehendaki dengan resiko yang paling minimum. Pembentukan portofolio
optimal model Markowitz akan menjawab permasalahan tersebut.
Berikut ini beberapa tahap pembentukan portofolio efisien dan optimal
berdasarkan Model Markowitz.
1. Pilih surat berharga yang layak sebagai anggota portofolio yang akan
dibuat!.
2. Bentuk efficient frontier dengan menggunakan surat berharga yang
dipilih!. Titik-titik pada efficient frontier, merupakan pasangan antara
expected return tertentu portofolio beresiko dengan resiko yang paling
minimal. Proses pembentukan efficient frontier, dengan cara
meminimumkan resiko portofolio pada return portofolio tertentu. Hasilnya
adalah proporsi masing-masing surat berharga pada setiap portofolio
efisien tersebut.
3. Portofolio Optimal diperoleh dengan meng-kombinasikan antara portofolio
efficient dengan surat berharga bebas resiko, seperti Deposito atau
Setifikat Bank Indonesia (SBI). Slope persamaan garis lurus yang
menghubungkan return surat berharga bebas resiko dengan return
portofolio beresiko yang berada di efficient frontier, “dimaximumkan”.
Hasilnya adalah proporsi masing-masing surat berharga pada portofolio
optimal tersebut.
4. Investasikan dana pada setiap surat berharga dengan proporsi masingmasing
sesuai dengan hasil perhitungan butir tiga.
5. Untuk memperoleh tingkat return tertentu pada resiko yang dikehendaki,
proporsi berinvestasi di portofolio beresiko dan surat berharga bebas
resiko dapat diatur agar dapat memenuhi preferensi risk-return yang
dikehendaki.

3. Memilih Surat Berharga yang Layak

Banyak cara untuk memilih surat berharga yang layak untuk dijadikan
anggota portofolio, diantaranya dengan analisis fundamental atau dengan model
keseimbangan pasar.

4. Membentuk Kurva Efficient Frontier.

Efficient Frontier dapat dibentuk dengan cara meminimimkan resiko
portofolio pada return portofolio tertentu. Dengan mengubah-ubah nilai return
portofolio maka akan di peroleh titik – titik pasangan masing-masing return
dengan resiko yang paling minimum.
Dengan meng-ubah-ubah nilai kendala pertama yaitu besarnya return
portofolio dalam proses meminimalisasi resiko, maka efisien frontier akan
terbentuk. Pada kurva itu terletak berbagai portofolio beresiko yang efisien, yaitu
portofolio pada return tertentu yang kita kehendaki ( besarnya kendala pertama )
dengan resiko yang paling minimum.
Proses perhitungan meminimalkan resiko dengan menggunakan matematik
kalkulus, dimana titik minimum dicapai jika turunan pertama sama dengan nol.
Proses minimalisasi tersebut akan menghasilkan proporsi masing-masing dari
kesepuluh saham yang dipilih ( X1, X2,…X10 ) pada tingkat return yang
dikehendaki dengan resiko yang paling minimum.

5. Membentuk Portofolio Optimal.

Portofolio optimal adalah portofolio yang memberikan perbandingan
tertinggi antara excess return dengan resiko (variability ratio) diantara portofolio
yang efisien (P1 sampai dengan P17). Portofolio optimal di peroleh dengan cara
mengkobinasikan salah satu portofolio beresiko yang terletak di efisien frontier
(P1–P 17) dengan surat berharga bebas resiko,

Teori portofolio (portfolio theory) menyatakan bahwa risiko dan pengembalian keduanya harus dipertimbangkan dengan asumsi tersedia kerangka formal untuk mengukur keduanya dalam pembentukkan portofolio. Dalam bentuk dasarnya, teori portofolio dimulai dengan asumsi bahwa tingkat pengembalian atas efek dimasa depan dapat diestimasi dan kemudian menentukan risiko dengan variasi distribusi pengembalian. Dengan asumsi tertentu, teori portofolio menghasilkan hubungan linear antara risiko dan pengembalian.

Teori portofolio adalah pendekatan investasi yang diprakarsai oleh Harry M. Makowitz (1927) seorang ekonom lulusan Universitas Chicago yang telah memperoleh Nobel Prize di bidang ekonomi pada tahun 1990. Teori portofolio berkaitan dengan estimasi investor tehadap ekspektasi risiko dan return, yang diukur secara statistik untuk membuat portofolio investasinya. Markowitz menjabarkan cara mengkombinasikan aset ke dalam diversifikasi portofolio yang efisien. Dalam portofolio ini, risiko dapat dikurangi dengan menambah jumlah jenis aset ke dalam portofolio dan tingkat expected
return dapat naik jika investasinya terdapat perbedaan pergerakan harga dari aset-aset yang dikombinasi tersebut (“Harry Max Markowitz”) Pada prakteknya para pemodal pada sekuritas sering melakukan diversifikasi dalam investasinya dengan mengkombinasikan berbagai sekuritas, dengan kata lain mereka membentuk portofolio.

Menurut Husnan (2003:45), portofolio berarti sekumpulan investasi. Tahap ini menyangkut identifikasi sekuritas-sekuritas mana yang akan dipilih dan berapa proporsi dana yang akan ditanamkan pada masing-masing sekuritas tersebut. Pemilihan banyak sekuritas (pemodal melakukan diversifikasi) dimaksudkan untuk mengurangi risiko yang ditanggung. Pemilihan sekuritas ini dipengaruhi antara lain oleh preferensi risiko, pola kebutuhan kas, status pajak, dan sebagainya.
Dalam kenyataannya kita akan sulit membentuk portofolio yang terdiri dari semua kesempatan investasi, karena itu biasanya dipergunakan suatu wakil (proxy) yang terdiri dari sejumlah besar saham atau indeks pasar. Contohnya di Bursa Efek Jakarta yang menggunakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau Indeks LQ45.

Evaluasi Kinerja Portofolio
Dalam tahap evaluasi, pemodal melakukan penilaian terhadap kinerja (performance) portofolio, baik dalam aspek tingkat keuntungan yang diperoleh

maupun risiko yang ditanggung. Menurut Husnan (2003:45), tidaklah benar jika portofolio yang memberikan keuntungan yang lebih tinggi mesti lebih baik dari portofolio lainnya.
Menurut John (2005:53), Kerja besar dikerahkan untuk pembentukan portofolio. Teori portofolio (portfolio theory) menyatakan bahwa risiko dan pengembalian keduanya harus dipertimbangkan dengan asumsi tersedia kerangka formal untuk mengukur keduanya dalam pembentukkan portofolio. Dalam bentuk dasarnya, teori portofolio dimulai dengan asumsi bahwa tingkat pengembalian atas efek dimasa depan dapat diestimasi dan kemudian menentukan risiko dengan variasi distribusi pengembalian. Dengan asumsi tertentu, teori portofolio menghasilkan hubungan linear antara risiko dan pengembalian. Teori portofolio mengasumsikan bahwa investor yang rasional menolak untuk meningkatkan risiko tanpa disertai peningkatan pengembalian yang diharapkan. Hubungan antara risiko yang diterima dan pengembalian yang
diharapkan merupakan dasar bagi keputusan pinjaman dan investasi modern. Makin besar risiko atas investasi atau pinjaman, makin besar tingkat pengembalian yang diinginkan untuk menutup risiko tersebut. Pengertian Teori Portofolio
Teori portofolio (portfolio theory) menyatakan bahwa risiko dan pengembalian keduanya harus dipertimbangkan dengan asumsi tersedia kerangka formal untuk mengukur keduanya dalam pembentukkan portofolio. Dalam bentuk dasarnya, teori portofolio dimulai dengan asumsi bahwa tingkat pengembalian atas efek dimasa depan dapat diestimasi dan kemudian menentukan risiko dengan variasi distribusi pengembalian. Dengan asumsi tertentu, teori portofolio menghasilkan hubungan linear antara risiko dan pengembalian.

Teori portofolio adalah pendekatan investasi yang diprakarsai oleh Harry M. Makowitz (1927) seorang ekonom lulusan Universitas Chicago yang telah memperoleh Nobel Prize di bidang ekonomi pada tahun 1990. Teori portofolio berkaitan dengan estimasi investor tehadap ekspektasi risiko dan return, yang diukur secara statistik untuk membuat portofolio investasinya. Markowitz menjabarkan cara mengkombinasikan aset ke dalam diversifikasi portofolio yang efisien. Dalam portofolio ini, risiko dapat dikurangi dengan menambah jumlah jenis aset ke dalam portofolio dan tingkat expected
return dapat naik jika investasinya terdapat perbedaan pergerakan harga dari aset-aset yang dikombinasi tersebut (“Harry Max Markowitz”) Pada prakteknya para pemodal pada sekuritas sering melakukan diversifikasi dalam investasinya dengan mengkombinasikan berbagai sekuritas, dengan kata lain mereka membentuk portofolio.

Menurut Husnan (2003:45), portofolio berarti sekumpulan investasi. Tahap ini menyangkut identifikasi sekuritas-sekuritas mana yang akan dipilih dan berapa proporsi dana yang akan ditanamkan pada masing-masing sekuritas tersebut. Pemilihan banyak sekuritas (pemodal melakukan diversifikasi) dimaksudkan untuk mengurangi risiko yang ditanggung. Pemilihan sekuritas ini dipengaruhi antara lain oleh preferensi risiko, pola kebutuhan kas, status pajak, dan sebagainya.
Dalam kenyataannya kita akan sulit membentuk portofolio yang terdiri dari semua kesempatan investasi, karena itu biasanya dipergunakan suatu wakil (proxy) yang terdiri dari sejumlah besar saham atau indeks pasar. Contohnya di Bursa Efek Jakarta yang menggunakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) atau Indeks LQ45.

Evaluasi Kinerja Portofolio
Dalam tahap evaluasi, pemodal melakukan penilaian terhadap kinerja (performance) portofolio, baik dalam aspek tingkat keuntungan yang diperoleh

maupun risiko yang ditanggung. Menurut Husnan (2003:45), tidaklah benar jika portofolio yang memberikan keuntungan yang lebih tinggi mesti lebih baik dari portofolio lainnya.
Menurut John (2005:53), Kerja besar dikerahkan untuk pembentukan portofolio. Teori portofolio (portfolio theory) menyatakan bahwa risiko dan pengembalian keduanya harus dipertimbangkan dengan asumsi tersedia kerangka formal untuk mengukur keduanya dalam pembentukkan portofolio. Dalam bentuk dasarnya, teori portofolio dimulai dengan asumsi bahwa tingkat pengembalian atas efek dimasa depan dapat diestimasi dan kemudian menentukan risiko dengan variasi distribusi pengembalian. Dengan asumsi tertentu, teori portofolio menghasilkan hubungan linear antara risiko dan pengembalian. Teori portofolio mengasumsikan bahwa investor yang rasional menolak untuk meningkatkan risiko tanpa disertai peningkatan pengembalian yang diharapkan. Hubungan antara risiko yang diterima dan pengembalian yang
diharapkan merupakan dasar bagi keputusan pinjaman dan investasi modern. Makin besar risiko atas investasi atau pinjaman, makin besar tingkat pengembalian yang diinginkan untuk menutup risiko tersebut.

 

Tugas PROFIL PERUSAHAAN November 9, 2009

Filed under: Uncategorized — ninapradipta @ 7:58 am

PROFIL AGUNG SEDAYU GROUP

 

Manusia merupakan faktor penentu yang terpenting dalam kemajuan jaman. Hal tersebut harus diakui karena perkembangan dunia sekarang ini adalah hasil dari pemikiran manusia untuk mampu memenuhi keinginan dan kebutuhan hidup manusia itu sendiri. Di bidang ekonomi dan bisnis, hal tersebut berhubungan dengan kemampuan perusahaan-perusahaan untuk mengikuti laju perkembangan dan kepekaan perusahaan-perusahaan tersebut terhadap perubahan yang terjadi di dunia bisnis. Oleh karena itu, faktor manusia dalam perusahaan harus dikelola dengan baik untuk menunjang produktivitas perusahaan agar perusahaan dapat unggul dalam persaingan usaha.

Manajemen sumber daya manusia diperlukan untuk meningkatkan efektivitas sumber daya manusia dalam perusahaan. Efektivitas dapat dipahami sebagai derajat keberhasilan suatu organisasi (perusahaan) dalam usahanya untuk mencapai apa yang menjadi tujuan organisasi (perusahaan) tersebut (Johny Setyawan, 1998). Dengan pengelolaan sumber daya manusia yang tepat, akan menunjukkan bagaimana perusahaan bisa mendapatkan, mengembangkan,  dan  mengevaluasi  karyawan  sesuai  dengan  kualifikasi yang ditentukan guna mencapai tujuan perusahaan.

Manajemen sumber daya manusia diselenggarakan oleh bagian tersendiri  dalam  perusahaan  yang  disebut  fungsi  sumber  daya  manusia (SDM).    Fungsi    SDM bertanggung jawab dalam mengelola  dan meningkatkan sumber daya manusia yang dimiliki. Selain itu, fungsi SDM juga berusaha untuk selalu memonitor kegiatan serta kebutuhan-kebutuhan SDM dalam perusahaan agar tercipta suasana yang harmonis di lingkungan kerja. Untuk mengembangkan fungsi SDM, harus disadari bahwa manusia bukanlah  benda  mati  sebab  manusia  memiliki  perasaan,  oleh  karena  itu SDM tidak hanya membutuhkan materi tetapi juga membutuhkan pengakuan dan penghargaan atas prestasi dan kontribusi mereka terhadap perusahaan (Nitisemito, 1996).

Apabila perusahaan ingin tetap unggul dalam persaingan, maka perusahaan harus melakukan perbaikan secara rutin. Suatu audit atas sumber daya       perusahaan dapat  membantu manajer  mengidentifikasikan penyimpangan antara kondisi aktual dengan kondisi yang diinginkan. Audit tidak hanya dapat memperlancar perubahan tetapi juga dapat digunakan sebagai suatu alat atau instrumen untuk perbaikan. Melalui audit manajemen sumber  daya  manusia,  kebijakan  serta  sistem  kerja  fungsi  SDM  dapat dinilai.
AGUNG SEDAYU menyediakan berbagai cakupan produk-produk inovatif yang secara khusus disesuaikan dengan kebutuhan para investor.

AGUNG SEDAYU merupakan salah satu properti developer terkemuka di Indonesia. Kepercayaan para pembeli terhadap pelayanan yang diberikan selama lebih dari 30 tahun, telah menjadikan AGUNG SEDAYU sebagai developer terpercaya dan menjadi inspirasi bagi developer-developer lainnya.

Pengetahuan mendalam mengenai pangsa pasar dan kemampuan menanggulangi masalah secara bijaksana merupakan tonggak kesuksesan AGUNG SEDAYU.

AGUNG SEDAYU berawal dari sebuah perusahaan keluarga yang kemudian sekarang telah menjadi sebuah perusahaan profesional tanpa meninggalkan nilai-nilai utamanya yang berharga yaitu Kepercayaan dan Kesempurnaan.

Kekuatan AGUNG SEDAYU dibangun dari kredibilitas dan efisiensinya yang telah tertanam sejak dahulu kala. AGUNG SEDAYU telah meningkatkan ketepatan waktu, kesempurnaan, inovasi bagi pembeli dan telah mendapatkan penghargaan dari masyarakan umum.

AGUNG SEDAYU menganggap reputasi terhadap dedikasi dan kejujuran sama berharganya dengan berlian yang transparan, apabila terjadi sedikit kesalahan maka masyarakat akan mengetahuinya walaupun mereka terkesima akan kemilau berlian tersebut.

AGUNG SEDAYU sangat mengerti terhadap apa yang menjadi nilai yang paling berharga dan secara terus menerus mempertahankannya dan menjadikan AGUNG SEDAYU sebagai partner kerja sama yang menjanjikan dan berharga dalam bisnis properti.

AGUNG SEDAYU berawal dari sebuah perusahaan kontraktor rumah pertokoan sederhana yang didirikan pada tahun 1970. Selama 10 tahun pertama, AGUNG SEDAYU bekerja keras untuk membangun kepercayaan para pembeli dan meningkatkan kerjasama dengan partner terkemuka di Indonesia. Pada tahun 1991, mulai membangun HARCO MANGGA DUA, mal yang khusus menyediakan barang-barang elektronik pertama di Jakarta.

Kesuksesan tersebut membuat AGUNG SEDAYU membangun hunian-hunian dan kompleks komersil seperti Taman Palem yang dibangun diatas tanah sebesar 1500 hektar dan Apartement Seaview yang mewah.

Setelah berhasil melewati masa krisis moneter di Asia, AGUNG SEDAYU sekali lagi mengambil inisiatif untuk membangun beberapa Mega Proyek di Jakarta seperti MANGGA DUA SQUARE (Pusat Perbelanjaan No.1 di Mangga Dua) dan KELAPA GADING SQUARE (One Stop Living Concept).

Perjalanan panjang tersebut telah membentuk AGUNG SEDAYU menjadi sebuah perusahaan yang kuat dan menjadikan Kami perusahaan terkemuka di Indonesia.

VISI DAN MISI
Ketika krisis moneter menerpa Indonesia pada tahun 1997-1998, bisnis property banyak mengalami kemunduran. Pada masa itu, banyak perusahaan yang mengalami kegagalan tetapi AGUNG SEDAYU terus maju dan terus menata kestabilan keuangannya.

Pada masa kebangkitan dari krisis tersebut, datang kesempatan emas dimana kebutuhan akan tempat komersil yang tidak terpenuhi. AGUNG SEDAYU merupakan salah satu perusahaan property yang berhasil melalui masa-masa krisis tersebut, dimana banyak perusahaan-perusahaan lain yang mengalami gulung tikar.

Perjuangan keras menghadapi masalah krisis tersebut, AGUNG SEDAYU mendapatkan 1 visi baru, seperti sebuah kapal yang mengarungi lautan luas yang berlabuh di pantai yang menjanjikan.

AGUNG SEDAYU menjadi lebih dinamis dan inovatif dalam membangun dan meningkatkan kualitas produk-produknya karena AGUNG SEDAYU yakin hal tersebut merupakan jalan satu-satunya bagi sebuah developer untuk mengarungi persaingan bisnis property yang berubah-ubah di Indonesia.

VISI :
Kami adalah property developer terkemuka yang menjadi market leader

MISI :
Tujuan utama Kami adalah menjadi property developer yang menyediakan produk-produknya dengan kualitas terbaik, ketepatan waktu dan biaya yang efektif.

 

Proyek-Proyek Agung Sedayu Group
AGUNG SEDAYU GROUP memulainya dengan mimpi dan beberapa proyek Kami seperti hanya dapat diwujudkan dalam mimpi tersebut. Tetapi Kami, AGUNG SEDAYU dengan bangga dapat mewujudkan mimpi-mimpi tersebut, menjadikannya kenyataan dengan membangunnya sebagian demi sebagian. Setiap membangun sebuah proyek dibutuhkan pengamatan, dedikasi dan kreativitas untuk menghubungkannya dengan kebutuhan-kebutuhan yang ada. Di bawah ini beberapa Mega Proyek yang tengah dibangun oleh AGUNG SEDAYU :

 

Bukit Golf Mediterania

 

Kelapa Gading Square

 

 

City Resort Residences

 

Mangga Dua Square

 

 

Taman Palem Lestariri

 

Darmawangsa Square

 

 

Tendean Square

 

Cibubur Country

 

 

The Boulevard

 

Senayan Residence

 

 

Pesona Alam

 

The Mansion at Kemang

 

 

Green Mansion

 

Senayan Golf Residence

 

 

Ancol Mansion

 

Residence 8 at Senopati

 

 

Puri mansion

 

 

 

 

Setiap Mega Proyek ini dibutuhkan suatu pengamatan dan penelilitian yang sangat mendalam. AGUNG SEDAYU bergerak secara agresif tetapi dengan perencanaan yang sempurna, selalu menjadikan setiap proyek sebagai batu loncatan. Setiap keberhasilan dibangun dalam kepercayaan dan kesempurnaan, dan sebaliknya AGUNG SEDAYU mendapatkan kredibilitas sebagai sebuah property developer yang terpercaya baik bagi para pembeli maupun para partner kerja.

Kepuasan AGUNG SEDAYU bukan hanya karena keberhasilan yang telah dicapai, tetapi juga karena telah membuktikan nilai berharganya dengan mendapatkan kepercayaan-kepercayaan serta nilai kesempurnaan yang diberikan dari para parner kerja dan pembeli.

Struktur Organisasi

 

President Director

 

 

 

 

 

 

Audit Internal Corporate Secretary

 

 

 

 

 

 

Chief Financial Officer Director Home & Personal Care Director Marketing Services Director Supply Chain Director Customer Development Director HR & Corporate Relation

 

 

 

 

 

 

Corporate Relations Human Resources

 

 

 

 

 

 

Finance & Accounting Comercial HPC Marketing Manager Commercial Supply Chain Logistics Internal Communications HR Business Partners

 

 

Business System SPV Marketing Manager Customer Services Sales Operations

 

 

IT & Erp Marketing Executive Engineering & Safety Customer Development Management Media Relation Service Delivery Centre

 

 

Competitive Strategy Manufacturing External Affairs

 

 

Legal Services Medical Services

 

 

Investor Relations Corporate GA

 

 

Insurance

 

DATA NINA
 

Hello world!

Filed under: Uncategorized — ninapradipta @ 3:11 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

 

 
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai